Thursday, October 25, 2007

Sing Along :D


:) :) :) :)

Michael Buble - Everything


You're a falling star, You're the get away car.
You're the line in the sand when I go too far.
You're the swimming pool, on an August day.
And you're the perfect thing to say.

And you play it coy, but it's kinda cute.
Ah, When you smile at me you know exactly what you do.
Baby don't pretend, that you don't know it's true.
Cause you can see it when I look at you.

[Chorus:]
And in this crazy life, and through these crazy times
It's you, it's you, You make me sing.
You're every line, you're every word, you're everything.

You're a carousel, you're a wishing well,
And you light me up, when you ring my bell.
You're a mystery, you're from outer space,
You're every minute of my everyday.

And I can't believe, uh that I'm your man,
And I get to kiss you baby just because I can.
Whatever comes our way, ah we'll see it through,
And you know that's what our love can do.

[Chorus:]
And in this crazy life, and through these crazy times
It's you, it's you, You make me sing
You're every line, you're every word, you're everything.

So, La, La, La, La, La, La, La
So, La, La, La, La, La, La, La

[Chorus:]
And in this crazy life, and through these crazy times
It's you, it's you, You make me sing.
You're every line, you're every word, you're everything.
You're every song, and I sing along.
'Cause you're my everything.
Yeah, yeah

So, La, La, La, La, La, La, La
So, La, La, La, La, La, La, La, La, La, La, La

Sunday, October 21, 2007

Better Late than Never... :D

Assalamualaikum all,

Mohon maaf lahir batin atas segala kesalahan, yang disengaja maupun yang nggak disengaja, kata-kata yang mungkin menyakitkan, hak-hak antar Muslim yang belum tertunaikan, janji-janji yang belum tersampaikan, atau things that I keep bottled up inside and left unsaid.

Mohon maaf semuanya, semoga kita selalu bisa menjadi lebih baik dari hari ini, dan belajar memaknai kehidupan.

Amien....

HAPPY HARI RAYA 1428 H! :D

Best,

Adilla

Monday, October 08, 2007

Wishing Candle


Sometimes I wish I were 2 years older.....

Ma mère est merveilleuse

Selamat ulang tahun Ibu...semoga panjang umur, sehat dan sukses selalu.

Dikaruniai keberkahan dan kebahagiaan dunia akhirat, kelancaran dalam karier, dan kemudahan dalam segala hal.

Amien...

Your loving daughter,

Anggi

Hierophant


You are The Hierophant


Divine Wisdom. Manifestation. Explanation. Teaching.


All things relating to education, patience, help from superiors.The Hierophant is often considered to be a Guardian Angel.


The Hierophant's purpose is to bring the spiritual down to Earth. Where the High Priestess between her two pillars deals with realms beyond this Earth, the Hierophant (or High Priest) deals with worldly problems. He is well suited to do this because he strives to create harmony and peace in the midst of a crisis. The Hierophant's only problem is that he can be stubborn and hidebound. At his best, he is wise and soothing, at his worst, he is an unbending traditionalist.


What Tarot Card are You?
Take the Test to Find Out.

Saturday, October 06, 2007

Episode Kalibata


Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu ?
Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras,
bermata tajam
Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya
kepastian
ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini
Aku suka pada mereka yang berani hidup
Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam
Malam yang berwangi mimpi, terlucut debu......
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu !

Chairil Anwar-Prajurit Jaga Malam

Pemandangan yang sama ditemui sejauh mata memandang. Kesepian yang syahdu, seperti menunggu seseorang yang akan datang sewaktu-waktu. Ya, kubur-kubur itu berjajar rapi, sepintas terlihat seragam dalam segalanya. Bila dilihat lebih dekat, ada beberapa yang tampak begitu terawat walaupun ahli kubur di dalamnya telah berpulang lebih dari sepuluh tahun yang lalu. Ada juga yang ditumbuhi tanaman-tanaman ilalang, sedikit terbengkalai. Ada yang terlihat tak tersentuh sama sekali. Beberapa permukaannya masih terliputi bunga-bunga segar yang ditaburkan peziarah.

Peziarah-peziarah yang datang menanyakan lokasi kuburan tertentu pada pengurus-pengurus pemakaman itu. Dengan fasih para penjaga taman makam itu menunjukkan makam-makam tertentu milik sanak saudara mereka yang telah berpulang. Wajah-wajah sendu yang hadir saat berdoa itu cepat terhapus ketika telah saatnya meninggalkan tempat. Memang, tidak ada seorang pun yang menyukai tempat ini. Hanya waktulah yang nanti akan menyeret satu demi satu para peziarah nanti jika telah tiba waktunya.

Mengharukan sekaligus mengenaskan memang, ketika manusia lahir, kelahirannya disambut dengan sukacita dan mungkin perayaan dalam lingkungan keluarganya. Kemudian mengalami masa kana-kanak yang tak mengenal rasa susah, masa remaja yang mengombang-ambing seperti kapal yang tak bisa berlabuh tapi juga tak sanggup berlayar. Kedewasaan yang semakin menuntut dengan tanggung jawab yang tak terelakkan. Masa senja yang menggerogoti tulang belulang dan daging serta darah, tetapi tetap indah bagi mereka yang penuh hikmah. Ketika telah berkalang tanah, kadang mereka tersia-siakan, karena nama yang ditinggalkan mulai lekang oleh waktu.

Mungkin perjalanan seperti ini harus dilakukan setidaknya beberapa bulan sekali. Betapa ia mengajarkan manusia akan tempat kembalinya nanti, setidaknya mengundang bulu kuduk untuk berdiri. Kesunyian itu begitu wajar, tapi kadang menyesakkan. Mengingatkan pada yang hidup akan rapuhnya kehidupan itu, seperti sehelai kapas yang siap diterbangkan angin kemana saja, untuk selanjutnya menghilang dan tergantikan.

Mereka, pahlawan-pahlawan Kalibata, hanya sebagian kecil dalam suatu episode sejarah manusia yang kental dengan warna-warna berbeda. Banyak yang bahkan harus dikuburkan tanpa identitas lain kecuali makhluk penciptanya karena gugur dalam suatu peristiwa yang sulit dipertanggungjawabkan kejadiannya. Mereka, bagian dari manusia yang telah melewati paginya, menjemput senjanya dan merengkuh tenggelamnya matahari sebelum menutup mata.

hidup hanya menunda kekalahan
tambah terasing dari cinta sekolah rendah
dan tahu, ada yang tetap tidak terucapkan
sebelum pada akhirnya kita menyerah

Chairil Anwar-Derai-derai Cemara

Hidup tidak selalu berarti kekalahan ataupun kemenangan. Ia adalah sebuah perlombaan sakral, yang keikutsertaan dan akhirnya telah ditandatangani sebelum setiap pesertanya hadir dan mulai berlomba. Kelahiran dan kematian, hanyalah kedipan dunia, suatu bagian dari proses alami semesta yang kehilangan kemudaannya sering dengan menuanya zaman.

Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi

Chairil Anwar-Aku

Mari bersama-sama menanamkan jejak kebaikan dalam episode kehidupan kita masing-masing. Ya, sedikit saja tanda pada almanak, bahwa kita pernah ada, sebelum rebah diri di gurat nirwana.* Insya Allah :).


*Diambil dari puisi Milad


Dedicated to almarhum Yahya Abbas.

Tuesday, October 02, 2007

Hands Down :P

Handwriting Analysis

What does your handwriting say about YOU?

The results of your analysis say:

You plan ahead, and are interested in beauty, design, outward appearance, and symmetry.
You are a shy, idealistic person who does not find it easy to have relationships, especially intimate ones.
You are diplomatic, objective, and live in the present.
You are a talkative person, maybe even a busybody!
You are self-confident and like to bring attention to yourself.

Woodwork

Dear,

Finished reading Agnes Grey yesterday. Quite touching indeed, and I must say despite the less profound character development, I prefer Agnes Grey to Jane Eyre. It is much simpler, and there are less characters in Agnes Grey, so I find it easier to relate to them.

Oh, and by the way, I have a new addiction! Just found about this thing yesterday, not actually something new since I've been hoping to have this thing when I read Laura Ingalls Wilder's books.

Checked the price in ebay. Blah, most of them are so pricey. I really have to resort to doing a little bit of trickery (aka look for it in Jalan Surabaya or other antique shop in Jakarta) rather than ordering online. It can be a bit hard on the wallet by the way. :(

You can see the picture of Victorian Lapdesk here:



And another one:




It's so wonderful to live in such a literary-minded world of Victorian! Lots of letter-writing, book-reading, and probably drama-performing. But maybe during that time any form of arts is only for the rich. *sigh*

Thursday, September 27, 2007

Mencari, mencari...

Kadang-kadang nggak tahu apa yang harus dipercayai.

Susah juga lihat mana yang salah dan mana yang benar. Emosi itu seringkali berujung ke hal yang negatif ya. Manusia selalu bisa bicara, tapi yang paling susah itu implementasinya. I'm trying to practice what I preach. Tapi jatuh lagi, terus menerus jatuh.

Adalah useless untuk memikirkan orang-orang yang hanya mencintai diri sendiri. Kadang diri ini perlu lebih dicintai. Dan saat itu saya sudah tidak bisa peduli lagi pada orang lain. I'm not a pushover. I'm not going to be taken for granted by anyone.

Kunci kehidupan, saling berbagi, menjaga lisan. Sulitnya, alangkah sulitnya. Saya ingin sekali berkata bahwa ketika kita berkata bahwa kita peduli pada seseorang, seringkali kita hanyalah berusaha peduli pada diri sendiri, mencoba menolong diri sendiri. Membuat diri sendiri terlihat baik tanpa mempertimbangkan konsekuensi.

Ketika kita mencoba melihat ke bawah dan baru sanggup bersyukur, pernahkah kita bertanya kenapa kita harus melihat dulu baru bersyukur? Tak bisakah manusia beryukur dari hatinya, berterima kasih akan apa yang sudah dia terima, tanpa membuat perbandingan dengan orang lain dulu?


Perubahan, menyelami diri sendiri, menjaga hati dari kekotoran-kekotoran zaman. Ternyata kita tidak selamanya bisa menjadi idealis. Kadang-kadang, memang perlu untuk bersikap egois.

And I'm in.

Wednesday, September 26, 2007

Terjal

Tidak bisa ditempuh jalan ini
Setiap detiknya kelabu berderak
Bergerak, bergerak
Terbenamkah matahari di benak?

Dan setiap janji hari
Pada sebuah kehidupan, sebutir embun di dedaunan
Berputar pada porosnya, hingga bintang bertabrakan
Berdebat, kapan kita pergi menjemput nasib
Hanya bisa maju, maju, menanti gugurnya kalbu

Siapa yang menjanjikan bintang pada manusia?
Ketika lemah, lemah, lemah saja yang terasa
Seperti apa, suara-suara, gaung-gaung, retak-retakan di dinding
Berbicara, memukul-mukul kesempatan terbuang
Biarkan, biarkan

Bayanganku tak pernah bisa diam
Ia menyerang, menendang, menjulang
Pilihan, pilihan, pilihan
Waktu, dimana belas kasihan?

Poetry in the Making


Anak Laut

Asrul Sani


Sekali ia pergi tiada bertopi
Ke pantai landasan matahari
Dan bermimpi tengah hari
Akan negeri di jauhan.

Pasir dan air seakan
bercampur awan
tiada menutup
mata dan hatinya rindu
melihat laut terbentang biru

"Sekali aku pergi
dengan perahu
ke negeri jauhan
dan menyanyi
kekasih hati
lagu merindukan
daku."

Tenggelam matahari
Ufuk sana tiada nyata
bayang-bayang bergerak perlahan
aku kembali kepadanya."

Sekali ia pergi tiada bertopi
Ke pantai landasan matahari
Dan bermimpi tengah hari
Akan negeri di jauhan.


Keterangan: Asrul Sani, Rivai Apin dan Chairul Anwar ini terkenal sebagai Tiga Sekawan penyair. Karya bersama mereka berjudul Tiga Menguak Takdir. Oiya, Asrul Sani ini juga penulis naskah Nagabonar yang asli. He's really, really gifted.

Monday, September 24, 2007

Greetings :)

My hands ache for not being able to write, scratch that, to type anything for more than two weeks.
Will be happy to get more holiday before impending 'future', but definitely I'll need to pack my laptop next time.

Malang was wonderful as usual. You don't even need an air-conditioner, the weather was perfect. And I was so well-fed it's practically unbelievable that I managed a few pounds there. :P

Anyway, it is so difficult to write anything when you have practically tons of things in your head. Not that any of them is important. It's just that I keep forgetting what I actually want to write. And those chicklit books are no help. They are just addictive. Literature or no literature, those Woolf's books cost me an arm and a leg. I'll take Meg Cabot over The Voyage Out any day :P.

Best,

Adilla

Sunday, September 23, 2007

He AIn't Heavy

He Ain't Heavy*


Assalamualaikum wr.wb


Mereka berbagi ruang yang sama sebelum melihat dunia. Hanya saja sang kakak hadir lima tahun lebih awal darinya. Tak terkirakan kebahagiaan anak lima tahun itu begitu mengetahui jabang bayi prematur delapan bulan dengan berat hanya dua kilogram selamat dan ia pun mendapat gelar baru: kakak.


Tahun-tahun berlalu. Si adik yang dahulu hanya sebuah boneka yang sering menangis di malam hari kini mulai terasa hidup dan mengisi kehidupan si kakak. Bukan main bahagianya ia ketika melihat makhluk 11 bulan itu belajar berjalan. Betapa girang hatinya ketika kata-kata yang mulai beraturan keluar dari mulut makhluk mungil itu, atau langkah-langkah kakinya yang menyemarakkan rumah mereka.


Kemudian sekian tahun berikutnya datang dan pergi. Si bayi mungil itu telah mengajarkan lebih banyak pelajaran hidup dari apa yang didapat sang kakak di sekolah. Ia mengajarkan keteguhan, kemauan untuk bangkit kembali setelah jatuh, betapapun sakitnya. Ia mengajarkan cara mencintai sesama tanpa mengharapkan imbalan. Ia mengajarkan cara mengeja kata-kata yang terukir di pasir pantai, menafsirkan arti kehidupan dengan cara yang tidak menggurui. Ia mengajarkan ketulusan dan kelembutan, bagaimana cara merangkul kesulitan dan mengajaknya berjalan bersama di saat sang kakak nyaris menyerah. Ia mengisi hari-hari sang kakak dengan humor, dengan kejutan-kejutan kecil, dan hari-hari penuh keindahan yang takkan pernah bisa ditukar dengan apapun. Setiap saat, setiap waktu.


Namanya Anggoro. Saat ini orang mungkin akan mengenalnya sebagai putra dari Bapak A dan Ibu B, atau sebagai adik dari seseorang di tempat dimana ia berada (kebetulan mereka bersekolah di tempat yang sama dari SD hingga SMA). Tapi suatu saat ia akan menjadi manusia bebas, dengan identitas diri yang tak tersamarkan, identitas sebagai makhluk ciptaan Allah SWT dan khalifah di muka bumi, satu-satunya identitas yang akan terus ia bawa seumur hidupnya.


Perkenalkan, saya kakak dari Anggoro. Dan saya sangat ingin bisa membuat dia bangga memperkenalkan diri sebagai adik saya. Insya Allah :).


*Hadiah ulang tahun yang sangat terlambat untuknya :). PS: Teteh sayang Ade :D.


Untuk sulung-sulung (dan kakak-kakak) di luar sana dengan rahmat generasi penerus di belakang mereka.


Tuesday, August 21, 2007

Kuku. Gunung dan Cinta Seorang Perempuan


Kuku, Gunung, dan Cinta Seorang Perempuan (Perempuan Kedua)*

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Cinta laki-laki seperti gunung, ia besar, tapi konstan dan sayangnya rentan. Jika mengamuk ia akan meletus dan menghanguskan apa yang ada di sekitarnya. Cinta perempuan seperti kuku. Kecil, tetapi terus menerus tumbuh walaupun dipotong. Jika suatu saat kuku itu patah dan harus dicabut, seberapapun sakitnya, kuku itu akan terus tumbuh. –Biola Tak Berdawai, Seno Gumira Ajidarma-

When a woman marries again, it is because she detested her first husband. If a man marries again, it is becase he adored his first wife. Women try their luck; men risk theirs-The Picture of Dorian Gray, Oscar Wilde-

Entah solidaritas apa yang membawa sekumpulan tiang-tiang negara itu untuk berada di pengadilan, meneriakkan dukungan semangat dan dorongan kepada salah satu dari kaumnya untuk berani menghadapi kemungkinan apa yang ada di hadapannya. Kemungkinan yang mungkin akan membuat cinta wanita itu, seperti kuku yang telah patah dan harus dicabut. Sakit, tetapi kembali tumbuh perlahan, demi cinta yang tak pernah habis untuk anak-anaknya. Untuk orang yang mencintai dan memerlukan kehadirannya.

Seorang laki-laki menikah lagi. Ia mungkin bukan lelaki ‘biasa’, kehadirannya begitu meneduhkan, membuat ia dicintai dan diidolakan oleh kaum adam maupun hawa. Entah mengapa cinta kaum hawa pada lelaki itu seakan berbalik, ketika cinta sang lelaki pada istri yang telah menghadiahkan tujuh generasi penerus itu harus terbagi. Entahlah. Mungkin sebenarnya lelaki itu adalah pemenangnya, karena ia telah membuktikan bahwa ia manusia biasa, yang tak berhak mendapat pengkultusindividuan dari siapapun. Entahlah.

Seorang ibu yang sangat tegar dan luar biasa itu bercerita. Lelaki yang telah dinikahinya belasan tahun lalu mengaku bahwa ia telah jatuh cinta. Lagi. Pada seseorang lain yang baru saja beberapa saat hadir dalam kehidupannya. Dan sang ibu yang luar biasa ini mencoba mendekati manusia baru dalam kehidupan sang suami. Mendapati bahwa mereka berbagi banyak hal, selain cinta pada makhluk Allah yang sama. Dan mendoakan kebahagiaan wanita itu saat mereka berpisah. Sungguh-sungguh mendoakannya hingga akhirnya wanita itu menemukan jodohnya sendiri.

Dalam sebuah diskusi tentang perkawinan yang mulai memanas, pembicara akhirnya memilih menengahi dan berkata: “Ibu tahu tidak ada seorang pun yang ingin diduakan, karena itu, berhentilah menjadi perempuan kedua (ketiga, keempat dan seterusnya)...”

Para laki-laki dengan cinta sebesar gunung itu. Dengan kesungguhan dan kerja keras yang akan melumerkan batu dan merontokkan dedaunan. Dengan kasih sayang yang mengalahkan segarnya oasis di gurun-gurun. Dengan tulang-tulang rusuk bengkok yang harus ‘diluruskan’, seberapa banyakpun jumlah rusuk-rusuk itu.

Mungkin suatu saat gunung itu akan meletus. Mungkin kerusakan yang ditimbulkannya tidaklah sebanding dengan kebaikan yang akan dibawanya kelak, dengan bunga-bunga tanah yang menjanjikan surga baru bagi lahan yang sempat teraniaya. Mungkin. Entahlah, entahlah.

Untuk ayah-ayah dan lelaki-lelaki dengan cinta sebesar gunung di luar sana. Semoga gunung itu tak pernah meletus.

*Terinspirasi dari tulisan Fatma Ariana dalam Catatan Seorang Ukhti 6: “Kuku, Gigi, dan Cinta Seorang Perempuan”

*Terima kasih A-team untuk diskusinya.


Wednesday, August 15, 2007

Topeng




with a lock in my heart,

I put on a mask in a cold consciousness

aside from you, who knows my true face?

(Masquerade-Hitomi)

Ada sebuah cerita yang menarik dalam salah satu novel yang pernah saya baca. Dalam buku itu ada dua orang perempuan yang bersahabat, dan salah satunya menanyakan kenapa temannya yang lain sering terlihat memasang 'wajah' yang berbeda setiap menghadapi orang yang berbeda-beda pula.

Sang teman ini menjawab, bahwa setiap orang berhak untuk diperlakukan secara berbeda-beda, sesuai dengan kepribadian mereka. Si penanya bertambah penasaran, karena ia secara pribadi berpendapat bahwa hal seperti itu merepotkan. Gue ya gue, mau orang lain terima atau nggak itu masalah mereka, begitu kira-kira ia berpendapat.

Sang teman kembali menjawab, bahwa dengan memperlakukan setiap orang sebagaimana mereka ingin diperlakukan, kita akan terlatih menjadi subyek, dan bukan hanya sekedar obyek. Lalu apa yang salah dengan menjadi obyek? Kembali terlontar jawaban yang bijak: bahwa hanya orang yang bersedia menjadi subyeklah yang bisa menjadi pahlawan dalam arti yang sesungguhnya.

Tak bisa dipungkiri bahwa seumur hidupnya manusia memakai topeng. Bedanya hanyalah, ada topeng elastis yang dengan lenturnya berubah-ubah sesuai dengan situasi dan kondisi, topeng yang lahir dari hati yang tulus dan pikiran yang jernih, dan topeng kaca yang mudah pecah, yang harus diganti setiap kali ia menjadi properti sebuah peran.

Ada sebuah fragmen yang indah tentang 'topeng' ini dari kehidupan Rasulullah SAW sendiri. Diceritakan bahwa Rasulullah SAW memperlakukan sahabat-sahabatnya, para khalifah sesuai dengan kepribadian masing-masing.

Dengan Abu Bakar As-Shiddiq, beliau tak segan-segan bermanja dan memperlakukan beliau seperti kakaknya. Terhadap Umar bin Khattab yang tegas, Rasulullah juga bersikap tak kalah tegasnya. Ketika menghadapi Utsman bin Affan yang pemalu, Rasulullah selalu berpakaian rapi.

Mungkin sudah saatnya kita melatih diri kita, memasang 'topeng elastis' yang senantiasa digerakkan oleh hati, sehingga topeng-topeng kaca yang dulu sempat terpasang tak diperlukan lagi. Insya Allah :).

Saturday, August 11, 2007

Father and Son (errrmm, daughter) :P


Thanks, Dad :).

Father and Son (Ronan Keating ft Yusuf Islam)


Father
It's not time to make a change,
Just relax, take it easy.
You're still young, that's your fault,
There's so much you have to know.
Find a girl, settle down,
If you want you can marry.
Look at me, I am old, but I'm happy.

I was once like you are now, and I know that it's not easy,
To be calm when you've found something going on.
But take your time, think a lot,
Why, think of everything you've got.
For you will still be here tomorrow, but your dreams may not.

Son
How can I try to explain, when I do he turns away again.
It's always been the same, same old story.
From the moment I could talk I was ordered to listen.
Now there's a way and I know that I have to go away.
I know I have to go.

Father
It's not time to make a change,
Just sit down, take it slowly.
You're still young, that's your fault,
There's so much you have to go through.
Find a girl, settle down,
if you want you can marry.
Look at me, I am old, but I'm happy.

Son
All the times that I cried, keeping all the things I knew inside,
It's hard, but it's harder to ignore it.
If they were right, I'd agree, but it's them you know not me.
Now there's a way and I know that I have to go away.
I know I have to go.

The A-team

....or 3 of them :).

Cheers, Sistas! :D

Best,

Adilla

Photo courtesy of Ayu

Thursday, August 09, 2007

Broken Rhapsody

Suddenly I miss them, for no reason. But I guess you don't need a reason to miss your own 'family' :).

Take care.

Best,
Adilla

Dua Puluh Menit

Dua Puluh Menit

Most of man's troubles come from his inability to sit down and be quiet for twenty minutes -Aristoteles

Perkenalan dulu ya? Menurut saya ini bagian yang cukup susah, karena menurut sebuah buku yang saya baca, introducing oneself may seem egoistic, and since everybody is egoistic, no one likes to appear so :P. Saya Adilla Anggraeni, biasa dipanggil Adilla. Business angkatan 2004. Semoga hal-hal sederhana yang saya bagi disini bisa sedikit bermanfaat untuk kita semua, sesama pembelajar di sekolah alam semesta :).

Bicara tentang dua puluh menit, saya cukup lama berpikir dan merenungkan apa arti ungkapan di atas. Apa iya sebagian besar masalah kita timbul karena ketidakmampuan kita sendiri untuk duduk dan berdiam diri selama dua puluh menit? Seberapa besar ya arti dua puluh menit itu sendiri?

Dua puluh menit mungkin adalah lamanya waktu yang digunakan untuk tersenyum dan menyapa orang-orang yang kita temui pada satu hari.

Dua puluh menit mungkin terasa sangat singkat bagi sebuah bibir dan jemari yang rajin berdzikir selepas sholat.

Dua puluh menit sangatlah lama bagi hati yang jernih untuk tidak mengingat Penciptanya.

Dua puluh menit uluran tangan yang sederhana mungkin akan sangat berarti bagi seorang wanita tua yang kerepotan membawa barang belanjaannya.

Dua puluh menit bisa menentramkan hati seorang sahabat yang sedang berduka di ujung sana.

Dua puluh menit mungkin juga waktu yang digunakan seorang ibu ketika ia bangun dan terjaga di malam hari untuk menidurkan kembali bayinya.

Dua puluh menit perhatian yang diberikan kepada seorang pasien yang sendirian tanpa sanak keluarga yang menemani mungkin akan dia kenang setidaknya hingga dua puluh tahun ke depan.

Dua puluh menit adalah waktu yang sangat lama untuk menyulut permusuhan, tetapi sangat singkat dan mungkin tidak dapat mencukupi untuk menciptakan perdamaian.

Dua puluh menit ternyata bisa mengubah segalanya, meninggalkan bekas dan harapan untuk maju ke depan, menjalani menit-menit yang tersisa dalam kehidupan.

Dua puluh menit dalam hidup kita setiap harinya, sudahkah kita manfaatkan untuk hal-hal yang dapat membekas hingga setidaknya dua puluh tahun ke depan? Semoga :).

Tuesday, August 07, 2007

Bon Voyage, Lady Boucle ;)




Dear Manda,

thanks for being there for me. You really are the best sister anyone could wish to have. Wish you all the best for your future endeavours and take care :).

Love,

Adilla